APA ITU TINTA PLASTISOL?

Tinta plastisol adalah jenis tinta sablon berbasis PVC yang dikenal karena hasil cetaknya tebal, warna yang lebih cerah, dan daya tahan yang tinggi. Berbeda dengan tinta berbasis air, plastisol tidak meresap ke dalam serat kain, melainkan berada di permukaan sehingga menghasilkan tampilan yang lebih solid dan tajam. Selain itu, tinta ini tidak mudah kering di screen, sehingga memudahkan proses sablon, terutama untuk pengerjaan yang membutuhkan waktu lebih lama.Namun, tinta plastisol memerlukan proses pemanasan khusus (curing) pada suhu tertentu agar dapat mengering dan menempel dengan sempurna pada bahan. Hasil akhirnya cenderung terasa lebih tebal di permukaan kain, sehingga kurang breathable dibandingkan tinta water-based. Meski begitu, plastisol tetap menjadi pilihan utama dalam industri sablon, terutama untuk produksi skala besar, karena hasilnya yang konsisten dan tahan lama.
KELEBIHAN & KEKURANGAN TINTA PLASTISOL
  1. Warna lebih cerah dan solid, sehingga hasil sablon terlihat lebih tajam dan menonjol.
  2. Memiliki daya tahan tinggi, tidak mudah retak atau pudar jika dirawat dengan baik.
  3. Tidak cepat kering di screen, memudahkan proses sablon terutama untuk produksi massal.
  4. Membutuhkan proses curing dengan suhu tinggi agar tinta bisa mengering sempurna.
  5. Hasil sablon terasa lebih tebal di permukaan kain dibanding tinta berbasis air.
  6. Kurang breathable karena tinta tidak menyerap ke serat
    kain.
  7. Kurang ramah lingkungan karena berbasis Material
    PVC.
CARA MENCUCI KAOS PLASTISOL
  1. Balik pakaian sebelum dicuci untuk melindungi permukaan sablon dari gesekan langsung.
  2. Gunakan air dingin atau suhu normal, hindari air panas karena bisa merusak lapisan tinta.
  3. Pakai deterjen yang lembut dan hindari bahan pemutih agar warna tidak cepat pudar.
  4. Cuci secara manual atau gunakan mode gentle pada mesin cuci untuk mengurangi tekanan berlebih.
  5. Hindari menggosok langsung bagian sablon agar tidak retak atau terkelupas.
  6. Jemur dengan posisi terbalik dan hindari sinar matahari langsung pada bagian sablon.
  7. Saat menyetrika, balik pakaian atau gunakan lapisan kain agar sablon tidak terkena panas langsung.